Wisata

Tari Piring: Warisan Budaya Minangkabau yang Mendunia

Tari Piring: Warisan Budaya Minangkabau yang Mendunia
Tari Piring: Warisan Budaya Minangkabau yang Mendunia (dok regional kompas)

 

Huriah Adam, seorang koreografer asal Sumatra Barat, berperan besar dalam memperkenalkan Tari Piring ke khalayak luas. Saat ini, tarian ini sering ditampilkan dalam acara penyambutan tamu, pembukaan upacara adat, serta berbagai ajang promosi budaya dan pariwisata Indonesia.

 

Pertunjukan dan Kostum Penari

Tari Piring biasanya dibawakan oleh sekelompok penari dalam jumlah ganjil, berkisar antara tiga hingga tujuh orang, baik pria maupun wanita. Sesuai namanya, tarian ini menggunakan piring sebagai properti utama, yang dipegang pada kedua tangan penari. Piring yang digunakan umumnya terbuat dari keramik atau porselen.

 

Kostum yang dikenakan penari dibedakan berdasarkan gender. Penari pria mengenakan Rang Mudo, yakni baju berlengan panjang dengan hiasan renda emas, serta celana Besaran Gelombang yang berukuran cukup besar di bagian tengah.

 

Sementara itu, penari wanita mengenakan baju kurung berbahan kain satin yang dipadukan dengan kain beludru. Baik penari pria maupun wanita juga mengenakan selendang sebagai pelengkap busana. (nov)

Baca Juga : Pantai Dalegan: Surga Pasir Putih dan Ombak Tenang di Gresik
Bagikan :