Misalnya cerita ketika Soedirman sampai di Gunungkidul, dia tak mengizinkan pasukannya beristirahat lama-lama. Benar saja, beberapa saat kemudian, pasukan Belanda tiba di lokasi peristirahatan pasukannya.
“Jika Soedirman yang dalam sakit bengek dan tubuh rapuh, tak segera meminta mereka jalan lagi, pertempuran tak akan bisa dihindari. Dan bisa jadi pasukan Bapak kalah,” kata Teguh.
Soedirman memang sangat hobi mengoleksi keris, dirinya pun percaya bahwa keris benda pusaka itu punya tuah untuk melindunginya. Misalnya ketika Soedirman terpojok di lereng Gunung Wilis, Tulungagung, kerisnya mampu menyelamatkannya.