Sementara versi lain menyebut Maulana Malik Ibrahim adalah utusan dari Kesultanan Samudra Pasai yang meminta kepada Khalifah Abbasiyah untuk mengirim juru dakwah yang terbaik ke tanah Jawa.
Dari sinilah, jelasnya, dipilih Maulana Malik Ibrahim yang diutus karena memiliki kemampuan yang dibutuhkan, karena selain menguasai ilmu agama, Sunan Gresik ini dikenal menguasai ilmu pengobatan, pertanian, dan tatanegara.
Karena kemampuan inilah, Raja Majapahit ketika itu sangat menghormati Maulana Malik Ibrahim sehinggga memberikannya sebuah tanah di kawasan Gresik tepatnya di Desa Gapura.
Dari sinilah kemudian Maulana Malik Ibrahim mendirikan sebuah kompleks pesantren untuk melanjutkan dakwah Islamnya. Sementara itu Sunan Gresik juga meninggalkan sebuah masjid di tanah Jawa.