BANDA ACEH, PustakaJC.co - UIN Ar-Raniry Banda Aceh mencatatkan langkah besar dalam penguatan budaya akademik dan publikasi ilmiah. Empat jurnal yang dikelola kampus ini berhasil masuk dalam kategori Q1 Scimago Journal Rank (SJR) 2025, sebuah tonggak yang mempertegas posisi UIN Ar-Raniry sebagai pelopor internasionalisasi jurnal di kalangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Indonesia.
Prestasi ini menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai satu-satunya PTKI yang memiliki empat jurnal Q1 sekaligus, yaitu:
- El-Usrah (SJR: 0,73) – Terbaik se-Asia dalam bidang antropologi
- Samarah (SJR: 0,92) – Fokus pada hukum keluarga Islam
- Jurnal Ilmiah Islam Futura (SJR: 0,38) – Kajian Islam interdisipliner
- Petita (SJR: 0,26) – Hukum tata negara dan konstitusi
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari transformasi akademik yang telah lama dibangun secara sistematis. Dilansir dari kemenag.go.id Rabu, (9/4/2025).
“Kami tidak hanya ingin mengejar akreditasi, tapi mendorong kualitas keilmuan agar kontribusi PTKI diakui di tingkat global,” ujar Prof. Mujiburrahman
Kunci keberhasilan ini, menurut Mursyid Djawas, Plt. Kepala Pusat Pengelolaan Jurnal, terletak pada manajemen editorial yang profesional, integritas dalam proses review, serta keberpihakan pada isu-isu yang kontekstual dan relevan.
“Tim editorial bekerja keras, bukan hanya menjaga mutu naskah, tetapi juga membangun jejaring akademik agar jurnal-jurnal kami relevan secara internasional,” jelas Mursyid.
Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola 91 jurnal ilmiah, dengan 49 telah terakreditasi nasional. Pada triwulan pertama 2025, empat jurnal mencapai Sinta 1, lima jurnal masuk Sinta 2, sisanya tersebar di Sinta 3 hingga 5. Ini menunjukkan keseriusan dalam membina kualitas publikasi dari semua level.
Dengan menembus Q1 secara simultan, UIN Ar-Raniry tak hanya mencatatkan prestasi akademik, tetapi juga membuka jalan bagi PTKI lain untuk berani bersaing dalam ekosistem keilmuan global. Perjalanan ini menjadi inspirasi bahwa pengelolaan jurnal bukan hanya soal teknis, melainkan bagian penting dari misi keilmuan perguruan tinggi Islam di era globalisasi. (Ivan)