Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah konkret untuk meningkatkan kerja sama pertahanan, khususnya modernisasi alutsista. Presiden Prabowo menekankan pentingnya transfer teknologi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pertahanan nasional.
"Transfer teknologi adalah prioritas utama bagi Indonesia. Sistem pertahanan yang kuat adalah fondasi utama menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional," tegas Prabowo.
Sejak penandatanganan Plan of Action (PoA) pada 24 November 2021, hubungan strategis kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, termasuk pertahanan, energi, dan pendidikan. Prabowo berharap, kerja sama ini dapat membangun kapasitas industri pertahanan dalam negeri.