SORONG, PustakaJC.co - kota yang terletak di Papua Barat, tidak hanya menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman budaya, tetapi juga kekayaan kuliner yang luar biasa. Setiap hidangan di Sorong menggambarkan kearifan lokal dan hasil alam yang melimpah, mulai dari hasil tangkapan laut hingga bahan dasar seperti sagu dan umbi-umbian. Dari udang selingkuh yang legendaris hingga sate ulat sagu yang penuh manfaat, berikut adalah 10 kuliner khas Sorong yang wajib dicicipi dan akan membawa pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Papua Barat, khususnya Kota Sorong, bukan hanya dikenal karena keindahan alam dan keanekaragaman budaya, tetapi juga karena kuliner khas yang memiliki cita rasa unik dan kaya akan makna budaya. Bahan-bahan alami seperti sagu, umbi-umbian, hasil laut, dan rempah-rempah menjadi paduan sempurna dalam setiap hidangan yang ada di kota ini. Dari hidangan yang terinspirasi dari alam hingga makanan yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi lokal, berikut adalah 10 kuliner khas Sorong yang wajib dicicipi, dilansir dari goodnewsfromindonesia.id pada tanggal Minggu, (23/3/2025).
- Udang Selingkuh
Salah satu kuliner yang paling unik di Sorong adalah Udang Selingkuh. Udang ini dikenal dengan nama latin Cherax albertisii dan berasal dari perairan Papua, khususnya di sepanjang Sungai Baliem. Dikenal dengan bentuk tubuhnya yang menyerupai lobster dan kepiting, udang ini dianggap sebagai hasil "perselingkuhan" antara kedua hewan tersebut.
Memiliki ukuran yang besar dan daging yang padat berserat, udang selingkuh memiliki rasa manis dan lembut. Biasanya, udang ini diolah dengan cara digoreng atau direbus, dan disajikan dengan saus tiram, saus mentega, atau saus padang. Hidangan ini menjadi lebih sempurna dengan tambahan tumis kangkung atau bunga pepaya sebagai pelengkapnya. - Papeda
Papeda adalah makanan yang paling terkenal di Papua, terutama di Sorong. Terbuat dari sagu yang dimasak hingga memiliki tekstur kental dan lengket, papeda memiliki rasa yang cukup netral, mirip dengan nasi. Makanan ini biasanya disajikan dengan lauk-pauk berkuah, seperti ikan tongkol kuah kuning.
Keistimewaan papeda terletak pada rempah-rempah yang digunakan, seperti kunyit, jahe, dan serai, yang memberikan rasa pedas, segar, dan gurih. Selain sebagai makanan pokok, papeda juga memiliki nilai budaya yang tinggi, bahkan dalam beberapa upacara adat, papeda menjadi hidangan utama yang harus disajikan, terutama dalam acara kelahiran anak pertama atau perayaan adat lainnya. - Kue Lontar
Kue lontar adalah camilan manis khas Sorong yang memiliki tekstur renyah di luar namun lembut di dalam. Kue ini berbentuk menyerupai pie dan menggunakan bahan utama tepung terigu serta susu, yang memberikan rasa yang mirip dengan pie susu. Kue lontar menjadi favorit dalam setiap acara, baik itu perayaan hari besar keagamaan seperti Natal maupun Lebaran. Dengan aroma yang harum dan rasa yang manis, kue ini menjadi oleh-oleh wajib yang sering dibawa oleh wisatawan setelah berkunjung ke Sorong. - Sate Ulat Sagu
Walau terdengar asing dan bahkan ekstrem, sate ulat sagu adalah salah satu makanan yang penuh khasiat dan telah menjadi bagian penting dari budaya Papua. Ulat sagu yang berasal dari batang pohon sagu ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan kolesterol rendah, membuatnya menjadi pilihan sehat untuk mengisi energi.
Biasanya ulat ini dimakan mentah-mentah atau dibakar, disajikan dalam upacara adat atau acara spesial seperti festival. Di balik penampilannya yang tidak biasa, ulat sagu menyimpan rasa gurih yang unik dan menjadi simbol dari hubungan masyarakat Papua dengan alam sekitar mereka. - Kue Sagu Bagea
Kue sagu bagea adalah camilan kering yang sangat populer di Sorong. Dibuat dari tepung sagu dengan campuran kelapa sangrai, kue ini memiliki tekstur keras dan sedikit renyah. Meskipun agak keras untuk dikunyah, kue bagea memiliki rasa yang sangat khas dan nikmat, terutama jika dipadukan dengan secangkir kopi atau teh hangat. Kue sagu bagea sering ditemukan di banyak toko oleh-oleh di Papua, tetapi rasanya yang asli hanya bisa ditemukan di Sorong. - Sagu Batangan
Sagu batangan adalah makanan khas yang sederhana namun kaya akan rasa. Terbuat dari tepung sagu yang dibentuk dan dijemur di bawah sinar matahari hingga keras, sagu batangan bisa dimakan langsung atau dicelupkan ke dalam teh atau kopi hangat.
Saat dicelupkan, teksturnya menjadi lebih lembek dan terasa gurih. Sagu batangan menjadi camilan favorit yang mudah ditemukan di Sorong dan merupakan salah satu makanan yang sangat menghargai tradisi lokal Papua. - Martabak Sagu
Sama seperti martabak yang kita kenal, martabak sagu di Sorong menggunakan tepung sagu sebagai bahan utama. Makanan ini menjadi favorit karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang unik. Martabak sagu ini biasanya dilapisi dengan topping manis seperti coklat, keju, atau pisang yang semakin memperkaya rasa.Cita rasa yang lebih gurih daripada martabak biasa ini menjadikannya pilihan yang sangat menarik bagi para pecinta kuliner. - Roti Abon Gulung
Roti abon gulung adalah roti gulung yang diselimuti dengan abon, memberikan rasa gurih dan sedikit manis. Makanan ini terkenal di Billy Bakery, Sorong, dan menjadi favorit warga lokal serta wisatawan. Roti ini merupakan camilan yang sangat pas untuk menemani aktivitas sehari-hari, baik itu sebagai sarapan, camilan sore, atau oleh-oleh untuk dibawa pulang. - Keripik Keladi
Keripik keladi adalah camilan khas Papua yang terbuat dari umbi keladi yang diiris tipis dan digoreng hingga renyah. Keripik ini biasanya dibumbui dengan garam, bawang putih, cabai, dan jahe, memberikan rasa gurih yang lezat. Ada dua varian rasa, yakni manis dan asin, yang memberikan pilihan bagi para penggemar camilan. Keripik keladi sering dijadikan oleh-oleh khas Sorong yang murah meriah namun tetap nikmat. - Keripik Sukun
Sukun, yang merupakan buah yang sering dijumpai di seluruh Indonesia, juga menjadi camilan khas Sorong dalam bentuk keripik. Keripik sukun memiliki rasa gurih dan renyah, sangat cocok untuk dijadikan teman perjalanan atau oleh-oleh saat berkunjung ke Sorong. Cita rasa keripik sukun yang ringan dan lezat membuatnya menjadi camilan yang populer di kalangan wisatawan.
“Kuliner di Sorong tidak hanya tentang rasa, tetapi juga cerita dan tradisi yang mengiringinya. Setiap hidangan memiliki filosofi yang dalam dan mengikat kita dengan alam sekitar,” ungkap Bapak John Rumoh, Kepala Dinas Pariwisata Sorong. “Kami ingin wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga pengalaman kuliner yang mendalam. Ini adalah bagian dari identitas kami,” tambahnya.
Jadi, jika Anda berencana berkunjung ke Sorong, pastikan untuk menyisihkan waktu untuk menikmati ragam kuliner khasnya yang kaya rasa dan budaya. Setiap gigitan bukan hanya sekedar rasa, tapi juga cerita dan tradisi yang melekat dalam setiap hidangan. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sendiri kelezatan kuliner Papua Barat yang menggoda selera. (ivan)