Dulunya, ayam pop ini sebenarnya tidak memiliki nama khusus. Oleh pihak restoran, makanan ini disebut sebagai “ayam putih” saja.
Untuk awal mula tercetusnya ide untuk membuat ayam pop ini dimulai karena Restoran Famili Benteng Indah pada suatu waktu mengalami kunjungan yang sangat banyak. Dari banyaknya pelanggan yang datang, sang pemilik memutuskan untuk membuat ayam yang direbus terlebih dahulu.
Sehingga, nantinya ayam tidak perlu lama-lama untuk digoreng karena sudah direbus terlebih dahulu. Dengan model pengolahan yang seperti ini membuat banyak orang tertarik untuk datang ke warung Famili Benteng Indah. Oleh orang Tiongha lokal, makanan ini juga sangat menyukainya karena mirip nasi hainan.